Eksistensi Umat, Bisakah?

Ummu MusaArtikel, NasihatLeave a Comment

Eksistensi umat, kejayaan islam dan umatnya. Sebuah hal yang sudah sangat dirindukan oleh umat islam dan bahkan harus ada dalam benak setiap muslim. Saat kita membaca sejarah umat islam terdahulu, dimana islam mengalami kejayaan. Satu pertanyaan pun terlintas, apakah saat ini islam masih dalam masa kejayaan atau malah sebaliknya? Jika dilihat dari realitas yang ada, dimana perzinaan begitu merebak, musik dianggap hal yang biasa atau bahkan sangat dinikmati dan maksiat-maksiat lainnya. Maka pasti kita akan menjawab, tidak.

Suatu fakta yang menunjukkan kemunduran islam. Padahal terdapat banyak dalil yang menunjukkan kejayaan dan ketinggian derajat umat islam. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Dialah (Allah Ta’ala) yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya (agama itu) atas semua agama (lainnya), walupun orang-orang musyrik tidak menyukainya“. (Surat At Taubah:33, dan Surat Ash Shaff:9)

Ayat diatas menunjukkan janji Allah terhadap agama yang benar. Dan janji Allah itu pasti, sebagaimana penegasan Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat berikut,

وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ

“… Dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya” (Surat Al Qashash:13)

Dari ayat-ayat diatas pula kita mengetahui bagaimana kemuliaan islam yang telah Allah subhanahu wa ta’ala janjikan. Menyikapi hal ini, maka pada dasarnya islam dapat mencapai kejayaan meski tidak akan mudah. Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menyampaikan nasihat kepada umat islam dalam Muktamar Islam Tingkat Tinggi bahwa islam tidak akan meraih kejayaan kecuali dengan dua hal penting.

Pertama. Keimanan yang kokoh kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang meliputi:

a. Mengikhlaskan setiap amalan hanya untuk Allah Subhanahu wata’ala semata.

b. Menjalankan segala perintah Allah Subhanahu wata’ala dan menjauhi segala larangan-Nya.

c. Berhukum dengan syari’at Allah Subhanahu wata’ala dalam segenap sendi kehidupan.

d. Menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

e . Mengembalikan semua permasalahan yang diperselisihkan di tengah umat kepada Kitabullah (al- Qur’an) dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

f. Menyiapkan kekuatan yang maksimal untuk membela agama Allah Subhanahu wata’ala dan kehormatannya, serta menegur pihak yang menyimpang agar kembali kepada kebenaran.

Kedua. Jihad di jalan Allah Subhanahu wata’ala dengan penuh kesungguhan, yang hakikatnya termasuk dari konsekuensi keimanan. Beliau menegaskan, apabila dua hal penting itu ada pada suatu umat atau negara, pasti kemenangan akan mengiringinya dan kejayaan di muka bumi akan diraihnya. Demikianlah janji Allah Subhanahu wata’ala yang tak akan terselisihi dan ketetapan-Nya (sunnatullah) yang tak akan berubah. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz 2/167). Dalam kesempatan lain, beliau memperingatkan bahwa sebab utama kehancuran umat adalah menjamurnya kesyirikan, kebid’ahan (perkara baru yang diada-adakan dalam agama), dan kemaksiatan di tengah masyarakat. Semua itu harus diatasi bersama dengan cara:

a. Saling menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.

b. Menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar di tengah-tengah masyarakat.[1]

Dari ayat Al-Qur’an diatas dan apa yang Syaikh Abdul Aziz bin Baz sampaikan menunjukkan bahwa terdapat syarat yang harus umat islam jalankan agar kejayaan, kemuliaan dan eksistensi islam akan tercapai sebagaimana yang telah Allah subhanahu wa ta’ala janjikan. Jika hal yang umat islam lakukan adalah sebaliknya, maka kemunduran atau bahkan kerendahanlah yang akan terjadi pada umat ini. Na’udzubillah.

Syaikh Abdurrahman As Sa’di dalam menafsirkan ayat di atas berkata, “…Adapun agama Islam sendiri, maka sifat (yang Allah sebutkan dalam ayat) ini (kemenangan dan ketinggian) akan terus ada padanya di setiap waktu, karena tidak mungkin ada yang mampu mengalahkan dan melawannya, (kalau ada yang berusaha untuk melawannya) maka Allah akan mengalahkannya dan menjadikan ketinggian serta kemenangan untuk agama ini. Sedangkan orang-orang yang menisbatkan diri kepada agama ini (kaum muslimin), jika mereka menegakkan agama ini, dan mengambil petunjuk serta bimbingan dari cahayanya untuk kebaikan agama dan (urusan) dunia mereka, maka demikian pula tidak ada seorangpun yang mampu melawan mereka, dan mereka pasti akan mengalahkan pemeluk agama lainnya, (akan tetapi) jika mereka tidak memperdulilkan agama ini, dan hanya mencukupkan diri dengan menisbatkan diri kepadanya (tanpa berusaha memahami dan mengamalkannya dengan benar), maka yang demikian tidak bermanfaat bagi mereka (untuk menguatkan kedudukan mereka), (bahkan) ketidakperdulian mereka terhadap agama ini merupakan sebab (utama) kekalahan dan kerendahan mereka di hadapan musuh-musuh mereka, kenyataan ini diketahui oleh orang yang mencermati keadaan manusia dan mengamati kondisi kaum muslimin di awal (kedatangan Islam) sampai di akhirnya”[2]

Dan dari apa yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrahman As Sa’di, kita dapat mengetahui bahwa akar dari kemunduran islam dan umat yang kita alami saat ini dikarekanakan ketidakpedulian kita sebagai umat islam kepada agama yang haq ini. Eksistensi umat itu akan bisa kita raih, jika kita mulai menanamkan kepeduliaan dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari dan mengamalkannya. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati dan memudahkan kita dalam memperjuangkan agama ini.

Penulis: Ummu Hafshah

[Dikutip dari Majalah Asy Syariah Edisi 088/1434 H 2013 M. Kajian Utama, “Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Tonggak Perjuangan Umat Islam”]
[1] Lihat Majmu’ Fatawa asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz 3/243.

[2] Taisiirul Kariimir Rahmaan (hal. 631).

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*