Pangeran Berkuda Putih ?

Wisma Akhwat ThaybahNasihat, Yuk HijrahLeave a Comment

Ada kiranya seorang muslimah mengunci hatinya dengan kunci yang sulit ditiru, kemudian hubungilah pihak JNE agar bersedia membantu menenggelamkan kunci tersebut di samudra Atlantik sana. Kalaulah dirasa sulit untuk menenggelamkannya ke samudra atlantik sana, maka simpanlah ke dalam brankas, lalu lupakan kombinasinya.

Sungguh,
biarkanlah ‘pangeran yang berkuda putih’ tersebut menaklukkan belantara yang tak jelas rimbanya, mengarungi samudra yang dinginnya menusuk hingga ke rusuk-rusuk, lalu menyelam ke dasar atlantik guna menemukan kunci untuk dapat membuka hati kalian wahai muslimah.

Biarkanlah hanya orang yang tepat yang bisa mengambil kunci tersebut lalu menemukan kombinasinya, maka nantikanlah ia di dalam kesabaran. Jangan biarkan semua lelaki begitu mudahnya membuka, bahkan bermain-main di dalam hati kalian, duhai muslimah ! Sekali-kali jangan !

Dewasa ini, kita dapati hati para muslimah begitu mudahnya menjadi bahan mainan seorang  lelaki. Diantara penyebabnya yaitu karena rasa malu yang mulai terkikis, sehingga sudah terasa biasa tatkala seorang lelaki menggelontorkan rayuan mautnya, sekalipun itu kepada akhwat pengajian. Sebuah nestapa tatkala rasa malu telah hilang, yang mana setelahnya akan terjadi pelbagai kerusakan yang nyata.

 

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

اَلْـحَيَاءُ وَ اْلإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِـيْعًا ، فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلاَ خَرُ.

“Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya”.
[Shahîh, Hadits Riwayat al-Hakim]

 

Pun, sifat malu pada hakikatnya tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan. Sifat malu mengajak pemiliknya agar menghias diri dengan yang mulia dan menjauhkan diri dari sifat-sifat yang hina.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

اَلْـحَيَاءُ لاَ يَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْـرٍ.

“Malu itu tidak mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan semata-mata.”
[Muttafaq ‘alaihi]

 

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

اَلْـحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ.

“Malu itu kebaikan seluruhnya.”


Ketahuilah,
antunna sekalian bukanlah buah apel dagangannya Kang Mamang.
Tahukah antunna bagaimana keadaan apel yang digelar di lapaknya Kang Mamang ?

Semua orang bebas melihat sepuas-puasnya, bahkan tak cukup sampai disitu, bahkan dipegang-pegang oleh setiap pengunjung !

Tatkala buah apel tersebut telah lecet, atau bahkan telah kusam, maka tak ada lagi yang meliriknya. Dan ketika ia mulai membusuk, semuanya pun jijik atasnya.

Jagalah ‘izzah dan muru’ah kalian, karena islam benar-benar memuliakan para wanita,

 

Ketahuilah,
kalaulah memang bukan pangeran berkuda putih yang berusaha membuka hati kalian, maka pastikanlah pemuda tersebut adalah seorang pemuda yang shalih. Berdoalah kepada Allah -‘Azza Wa Jalla- agar ditakdirkan dapat mengarungi lautan kehidupan diatas satu bahtera yang halal bersama pemuda seperti demikian tersebut. Pastikanlah dengan hati-hati, bahwa pemuda tersebut tak mau menempuh cara-cara yang haram untuk dapat meraih hati kalian, meskipun ia mampu untuk melakukannya. Ia akan menempuh sesuai pintu-pintu yang telah Allah -Ta’ala- halalkan, tak ada cerita baginya untuk lewat ‘pintu belakang’.

Tidaklah cukup  sekedar pemuda yang bagus agamanya, namun juga harus bagus akhlaknya. Pasalnya Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam- membedakan antara pemahaman agama seseorang dengan akhlaknya.

 

Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam- bersabda,

 ” إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير” رواه الترمذي وغيره.

Apabila datang kepada kalian seorang pemuda yang kalian sukai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia dengan putri kalian. Kalau tidak, akan terjadi fitnah (bencana) dan kerusakan yang besar di muka bumi“.
[Shahih, Hadits Riwayat at-Tirmidzi].

 

Pemuda tersebut merupakan pemuda yang benar-benar takut kepada Rabb-nya, baik di kala ramai maupun bersendirian. Tatkala ia berusaha membuka hati kalian, maka itu semua ia landasai kecintaannya kepada Allah -‘Azza Wa Jalla-. Semakin taat kalian kepada Allah- Ta’ala-, maka makin bertambah besar pula lah rasa cintanya kepada kalian. Keridhaan Allah -Ta’ala- adalah harga mati bagi dirinya, yang sama sekali tak bisa ditawar-tawar !

Sungguh,
Jika mendapat pasangan yang demikian, maka anda bahagia di dunia, dan akan terus berlanjut hingga di Jannah-Nya kelak, Insya Allah.

 

Allah -‘Azza Wa  Jalla- menjelaskan dalam firman-Nya:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula). Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…”

[An-Nuur : 26]

 

Bukankah juga telah berkata para Salaf,
“Rahim yang taat akan melahirkan generasi yang taat pula”

Sehingga,
selama napas ini masih berhembus, dan darah masih bisa berdesir, maka pintu taubat masih terbuka, Insya Allah.

 

Allahu A’lam.

 

Referensi :

  • http://muslim.or.id
  • http://almanhaj.com

Artikel Akhwat.Thaybah.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*