Penyakit berbahaya !

Wisma Akhwat ThaybahArtikel, Nasihat, Yuk HijrahLeave a Comment

Taukah anda, di dunia ini ada suatu virus yang dapat melejitkan derajat ke-kepo-an seseorang hingga mencapai puncaknya. Virus tersebut mengakibatkan sebuah penyakit, yangmana telah banyak memakan korban. Suatu penyakit yang dapat memberikan dampak kepada si pengidap agar berupaya mengerahkan segala cara untuk mendapatkan semua informasi tentang orang yang sedang dicarinya.

Penyakit  apa itu ?

Yap benar sekali, Al ‘Isyq !

Apa itu Al Isyq ??

Mabuk asmara !

 

Kiranya ada 2 obat yang ampuh untuk mengobati penyakit ini,

Pertama, dengan berpuasa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يا معشر الشباب من اسطاع منكم الباءة فاليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Dan sebaik-baik puasa sunnah adalah puasa nabi daud, yakni sehari berpuasa dan sehari berikutnya tidak berpuasa. Hal ini berdasarkan hadits dari jalur ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam  malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.”
(HR. Bukhari dan Muslim no. 1159)

 

 

Kedua, dengan meng-khitbah pujaan hati.
Nah, untuk obat yang ini jangan lupa persiapkan ilmu yang matang, ya ikhwah !

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”.
(HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

 

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa diantara ilmu dien yang wajib atas seorang muslim yaitu ilmu yang berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara seseorang dengan orang lain secara khusus (misalnya istri, anak, dan keluarga dekatnya) atau dengan orang lain secara umum. Sehingga jika anda ingin menempuh jalan menuju khitbah , maka ada baiknya untuk mengilmuinya terlebih dahulu, semisal mengilmui terkait batasan-batasan yang harus dijaga dalam proses ta’aruf, dan yang lainnya.

Dan jangan lupa perbanyak istikhrah. Bukankah sebagian salaf menyatakan, “Tiada kekecewaan setelah istikharah”. Tentunya dengan melakukan istikharah yang sesuai sunnah Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam-. Pun, secara bersamaan sejatinya anda telah mempersiapkan ruang secukupnya di dalam hati untuk menerima segala kemungkinan yang ada, semisal sekiranya ayah si pujaan hati menyatakan :

“Afwan akhi, anak ana masih ingin fokus kuliah…”

anda tidak akan larut dalam kekecewaan ! Insya Allah.

 

Banyak orang menyangka bahwa cinta dapat diraih sebelum menikah. Salah satu caranya, menurut mereka, melalui perkenalan dengan lawan jenis, diteruskan dengan fase yang mereka sebut dengan pacaran. Demikianlah asumsi mereka. Padahal sejatinya, cinta dan kasih sayang baru Allah -Ta’ala- anugerahkan setelah terjadinya pernikahan.

Mengapa cinta tidak mungkin dapat diraih sebelum menikah ?

Karena, masa-masa pacaran merupakan masa-masa yang sulit untuk mendeteksi kejujuran dan kepribadian seseorang. Pasalnya, pada masa itu masing-masing pasangan sedang melakukan kamuflase atau penyamaran terhadap pasangannya.

Maka itulah, terjadinya perceraian justru banyak menimpa pasangan yang mengawali rumah tangganya dengan berpacaran. Bahkan, banyak pula dari mereka yang setelah lama berpacaran, akhirnya putus di tengah jalan, tidak jadi menikah. Parahnya, semua itu terjadi setelah si wanita mengorbankan segalanya, termasuk kehormatannya !

Kegagalan itu terjadi karena sesuatu yang selama ini ditutupi telah tersingkap. Pasalnya, ketika dua sejoli telah berumah tangga, biasanya sesuatu yang luar biasapun menjadi biasa. Dengan begitu, nyatalah emas dari loyang, dan jelaslah benang dari suteranya.

 

Namun, jauh sebelum itu virus al-‘Isyq menimpa anda, ada sebuah resep yang kiranya cukup sulit, namun mujarab !

Apa itu ?

Yup benar lagi, tidak lain dan tidak bukan yaitu tundukkan pandangan dan  hati !

 

Allah -‘Azza Wa Jalla- berfirman,

قلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا يَصْنَعُوْنَ وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ….

Katakanlah kepada para lelaki yang beriman, “Hendaknya mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”, dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, “Hendaknya mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka
(QS. An-Nuur : 30-31)

 

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

العَيْنَانِ تَزْنِيَانِ وَزِنَاهُمَا النَّظْرُ
“Dua mata berzina, dan zina keduanya adalah pandangan”
(HR Al-Bukhari no 6343)

Sungguh,
betapa luar biasanya seorang pemuda/i yang  menyibukkan dirinya dengan majlis ilmu, dan ia paksa dirinya untuk menundukkan pandangan dan hatinya guna mengharapkan ridha Allah -‘Azza Wa Jalla-. Benar-benar tidak ia riuhkan aktifitasnya dengan memasang jerat-jerat pesona kepada banyak akhwat/ikhwan. Menjadi pemuda/i yang demikian tersebut sejatinya harus benar-benar memohon pertolongan dari Allah -Ta’ala-.

 

Dan taukah anda, siapa pemuda yang bermental tempe dan berjiwa kerupuk itu?

Yaitu pemuda yang ia habiskan waktunya untuk bermain-main dengan riang gembira terhadap gelas-gelas kaca yang rapuh !

Apa itu gelas-gelas kaca yang rapuh ?

Hati para wanita !

 

Dari shahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu,

أَتَى النَّبِيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَى بَعْضِ نِسَائِهِ وَمَعَهُنَّ أُمُّ سُلَيْمٍ فَقَالَ: وَيْحَكَ ارْفَقْ يَا أَنْجَشَةُ رُوَيْدَكَ سَوْقًا بِالقَوَارِيْرِ

Nabi Shallalahu ‘alaihi wa Sallam mendatangi sebagian istri beliau dan ketika itu Ummu Sulaim bersama mereka. Kemudian Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Celakalah engkau wahai Anjasyah, lemah lembutlah, berjalanlah, giringlah dengan pelan-pelan bersama gelas-gelas kaca”
(HR. Bukhori no. 6149, Muslim no. 6180)

Penyakit al-isyq akan menimpa orang-orang yang hatinya kosong dari rasa mahabbah (cinta) kepada Allah -‘Azza Wa Jalla-, selalu berpaling dariNya dan dipenuhi kecintaan kepada selainNya. Hati yang penuh cinta kepada Allah -Ta’ala- dan rindu bertemu dengaanNya pasti akan kebal terhadap serangan virus ini, Insya Allah.

Allahu A’lam.


Referensi :

  • https://muslim.or.id
  • https://alhijroh.com
  • https://almanhaj.or.id
  • https://rumaysho.com
  • Buhul Cinta – Ustadz Armen halim Naro Lc. Rahimahullah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*