Sebab-sebab Terperolehnya Dua Puluh Tujuh Derajat dalam Shalat Berjamaah

Ummu MusaArtikel, Yuk Hijrah2 Comments

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hadits

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

Dari Abdullah ibnu Umar –radhiyallahu ‘anhuma- bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat berjamaah itu afdhalu (lebih utama) daripada shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.”

(HR. Bukhari: 645 dan Muslim: 250)

Pada hadits diatas menunjukkan keutamaan shalat berjamaah dimana keutamaan shalat berjamaah daripada shalat sendirian ialah dua puluh tujuh derajat. Dan yang dimaksud dua puluh tujuh derajat ialah bahwasanya orang yang shalat berjamaah akan memperoleh pahala pahala orang yang shalat sendirian dua puluh tujuh kali.

Namun tahukah bahwa terdapat sebab-sebab terperolehnya keutamaan shalat berjamaah tersebut?

Dan para ulama menjelaskan hal-hal yang menjadi sebab-sebab terperolehnya dua puluh derajat dalam shalat berjamaah, yakni sebagai berikut,

Pertama. Menjawab adzan dengan niat menghadiri shalat berjamaah

KeduaBersegera menuju ke shalat berjamaah di awal waktu

Ketiga. Berjalan ke masjid dengan tenang

Keempat. Berdoa ketika masuk masjid

Kelima. Melaksanakan shalat tahiyatul masjid ketika memasukinya (semua itu dengan niat hendak shalat berjamaah)

Keenam. Menunggu shalat berjamaah

KetujuhMalaikat bershalawat kepadanya dan memohonkan ampun baginya

Kedelapan. Malaikat menyaksikannya

Kesembilan. Memenuhi panggilan iqamah

Kesepuluh. Selamat dari gangguan setan ketika setan lari dari iqamah

Kesebelas. Berdiri dan menunggu takbiratul-ihramnya imam atau mengikuti semua gerakannya yang didapatinya

Kedua belas. Mendapati takbiratul-ihram imam

Ketiga belas. Meluruskan shaf dan merapatkannya

Keempat belas. Menjawab ketika imam mengucapkan Sami’allahu liman hamidah

Kelima belas. Aman dari kelalaian (kebanyakannya) dan mengingatkan imam apabila lupa dengan mengucapkan tasbih

Keenam belas. Terperolehnya kekhusyu’an dan terselamatnya dari hal-hal yang melalaikan (kebanyakan)

Ketujuh belas. Bagusnya gerakan dan keadaan

Kedelapan belas. Malaikat mengayominya

Kesembilan belas. Malatih membaguskan bacaan dan mempelajari rukun-rukunnya dan bagian-bagiannya

Kedua puluh. Menampakkan syiar-syiar islam

Kedua puluh satu. Membuat marah setan dengan menjalankan ibadah secara berjamaah dan tolong-menolong dalam ketaatan dan membuat bersemangat orang-orang yang malas

Kedua puluh dua. Selamat dari sifat kemunafikan dan berbuat buruk terhadap orang lain

Kedua puluh tiga. Menjawab salamnya imam

Kedua puluh empat. Terperolehnya manfaat berkumpul dalam berdo’a, berdzikir, dan terperolehnya kesempurnaan keberkahan

Kedua puluh lima. Berlemah lembut dengan sebelahnya dan saling menjaga di setiap waktu-waktu shalat. Dua puluh lima hal diatas datang padanya perintah atau anjuran yang mengkhususkannya, dan masih tersisa dua hal yang terkait dengan shalat berjamaah,

Kedua puluh enam. Perhatian dan diam ketika imam membaca

Kedua puluh tujuh. Mengucapkan amin ketika imam mengucapkannya agar bersesuaian dengan aminnya malaikat. [1]

Setelah melihat keutamaan shalat berjamaah, masihkah ada diantara kita yang tidak tertarik dengan janji Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang shalat berjamaah? Dan perlu dipahami juga bahwa keutamaan shalat berjamaah juga dapat diperoleh kaum wanita, namun ada baiknya berjamaahnya dirumah-rumah kita bersama ummi dan saudari-saudari kita atau dapat pula kita lakukan dengan teman-teman kita. Semoga tulisan ini dapat menggertakkan hati kita untuk senantiasa berusaha melakukan shalat secara berjamaah.

Wallahu a’lam bish shawab

Penulis: Ummu Hafshah

Sumber:

[1] Buletin Dakwah Islam Al Furqon Tahun ke-11 Volume 06. “Syarah Hadits Keutamaan Shalat Jama’ah” oleh Abu Rima hafizhahullah

[2] Kajian “Tata Cara Shalat Nabi” oleh Al Ustadz Musthofa Al Buthony. Ahad, 25 Dzulqa’dah 1437 H di Masjid Ibrahim bin Muhammad Surabaya

[3] https://almanhaj.or.id/3039-hukum-shalat-jamaah.html


[1] Lihat Fathul Bari 2/173

Related Post

2 Comments on “Sebab-sebab Terperolehnya Dua Puluh Tujuh Derajat dalam Shalat Berjamaah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*